Dampak Tayangan Televisi Pada Perilaku Anak
Di
era globalisasi sekarang ini, teknologi sudah sangat maju, kemajuan dari
teknologi itu ada yang berdampak positif dan negatif, salah satu contoh yang
berdampak negatif yaitu tayangan televisi.
Televisi adalah media yang sangat potensial, tidak saja untuk menyampaikan informasi tetapi juga membuat orang terpengaruh, mulai dari tindakan-tindakan fisik yang sederhana, hingga sikap, pandangan, dan nilai serta norma, baik ke arah positif maupun negatif, di sengaja ataupun tidak.
Jika rata-rataanak-anak menghabiskan 40%
waktu luangnya untuk menonton televisi, berarti kemungkinan pengakumulasian
stimuli film dan kekerasan yang ditonton dari episode ke episode semakin besar.(Bonar Hutapea, 2010, hal. 1-2) Sebagai contoh pada
tanggal 24 Mei 1991 padaacara Nuansa Pagi di stasiun televisi RCTI,ditayangkan
beberapa potongan tubuh dantulang wanita Tamil tersebut, termasukkepalanya yang
hanya tersisa wajah danrambutnya saja.(L.
Dion Praditya, Supra Wimbarti, Avin Fadilla Helmi, 1999, hal. 52) The Surgeon
General's Scientific Advisory Committee on Television and Social Behavior
issued its conclusions, Television and Growing Up: The Impact of Televised
Violence.Became the focus of controversy over the effect of violent television
entertainment on aggressive and antisocial behavior. (Geoige
Comstock S.I., 1982, hal. 108)
Jadi sangat jelas bahwa dampak yang
terburuk dari menonton tayangan televisi seperti berita ataupun
sinetron-sinetron yang mengandung unsur kekerasan didalamnya akan berpengaruh bagi psikologis anak. Jika
masalah ini diabaikan terus-menerus, dan tidak ada tindak lanjut dari para
pelaku seni seperti para produser, sutradara dan pemain di dalam sinetron atau
tayangan tersebut, maka potensi yang dimiliki oleh anak yang seharusnya
berdampak positif bisa berubah drastis akibat tayangan berita atau sinetron
tersebut. Maka peran orang tua sangat
dibutuhkan agar mampu meminimalisir dampak-dampak negatif . Orang tua dituntut
berlaku tegas kepada anaknya dengan memilah-milah tayangan apa saja yang boleh
ditonton serta menghindari tayangan-tayangan apa saja yang dapat merusak
psikologis anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar