Jumat, 06 Mei 2016



Dampak Tayangan Televisi Pada Perilaku Anak

            Di era globalisasi sekarang ini, teknologi sudah sangat maju, kemajuan dari teknologi itu ada yang berdampak positif dan negatif, salah satu contoh yang berdampak negatif yaitu tayangan televisi.

Televisi adalah media yang sangat potensial, tidak saja untuk menyampaikan informasi tetapi juga membuat orang terpengaruh, mulai dari tindakan-tindakan fisik yang sederhana, hingga sikap, pandangan, dan nilai serta norma, baik ke arah positif maupun negatif, di sengaja ataupun tidak.
Jika rata-rataanak-anak menghabiskan 40% waktu luangnya untuk menonton televisi, berarti kemungkinan pengakumulasian stimuli film dan kekerasan yang ditonton dari episode ke episode semakin besar.(Bonar Hutapea, 2010, hal. 1-2) Sebagai contoh pada tanggal 24 Mei 1991 padaacara Nuansa Pagi di stasiun televisi RCTI,ditayangkan beberapa potongan tubuh dantulang wanita Tamil tersebut, termasukkepalanya yang hanya tersisa wajah danrambutnya saja.(L. Dion Praditya, Supra Wimbarti, Avin Fadilla Helmi, 1999, hal. 52) The Surgeon General's Scientific Advisory Committee on Television and Social Behavior issued its conclusions, Television and Growing Up: The Impact of Televised Violence.Became the focus of controversy over the effect of violent television entertainment on aggressive and antisocial behavior. (Geoige Comstock S.I., 1982, hal. 108)
Jadi sangat jelas bahwa dampak yang terburuk dari menonton tayangan televisi seperti berita ataupun sinetron-sinetron  yang mengandung unsur kekerasan didalamnya akan berpengaruh bagi psikologis anak. Jika masalah ini diabaikan terus-menerus, dan tidak ada tindak lanjut dari para pelaku seni seperti para produser, sutradara dan pemain di dalam sinetron atau tayangan tersebut, maka potensi yang dimiliki oleh anak yang seharusnya berdampak positif  bisa berubah  drastis akibat tayangan berita atau sinetron tersebut. Maka  peran orang tua sangat dibutuhkan agar mampu meminimalisir dampak-dampak negatif . Orang tua dituntut berlaku tegas kepada anaknya dengan memilah-milah tayangan apa saja yang boleh ditonton serta menghindari tayangan-tayangan apa saja yang dapat merusak psikologis anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar